KAJIAN NILAI TRADISI KUMPUL KOPE PADA MASYARAKAT KAMPUNG CANCAR DI KABUPATEN MANGGARAI NUSA TENGGARA TIMUR

Pengarang: 

I PUTU KAMASAN SANJAYA, I WAYAN RUPA

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

TDK - 395 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-258-9

Jumlah Halaman: 
122

Kumpul Kope adalah satu bentuk tradisi yang dilakukan oleh warga masyarakat Cancar sebagai bentuk solidaritas masyarakat dalam rangka mendukung kemajuan pendidikan di Desa Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Tradisi kumpul kope ini awalnya kumpul Ase ka’i yang dilakukan jika anggota keluarga yang akan menikah kekurangan dana maka dilakukanlah kumpul ase ka’i untuk pengumpulan dana. Tidak dipungkiri bahwa tradisi Kumpul Kope merupakan penerusan dari kumpul ase ka’i. Masyarakat menjalankan ide untuk menggali dana dalam rangka menunjang pendidikan. Kumpul Kope ada juga yang menyebut sebagai Pesta Sekolah. Munculnya tradisi ini di Kampung Cancar pada tahun 1970-an. Tumbuhnya tradisi ini tidak terlepas dari proses berkembangnya budaya etnis Manggarai. Agar kedudukan eksistensi Kumpul Kope lebih kuat pada masyarakat etnis Manggarai maka tradisi ini telah difungsikan diantaranya sebagai pelengkap tradisi adat dan ritual keagamaan, sebagai dukungan terhadap masyarakat yang punya anak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, sebagai media pendidikan untuk menuturkan ajaran moral secara informal, dan sebagainya. Tradisi Kumpul Kope sebagai sebuah kearifan lokal akan dapat dipertahankan di Era Global karena menjadi identitas masyarakat etnis Manggarai yang tersebar di desa-desa atau kampung-kampung adat termasuk di Kampung Cancar.