KAJIAN FIGUR KEPEMIMPINAN DALAM NASKAH KUNA SERAT PAMBEKANIPUN PARA NATA BINATHARA

Pengarang: 

SUYAMI DAN SUMARNO

Penerbit: 

BPNB D.I YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Daerah Istimewa Yogyakarta
Rak: 

NKU - 091 (090-099)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-72-3

Jumlah Halaman: 
135

Naskah Serat Pambekanipun Para Nata Binathara 44 berisi uraian  mengenai model-model kebijakan kepemimpinan dari 66 orang raja. Kebijakan kepemimpinan dari 66 orang raja yang tergambar dalam naskah serat ini dapat dikelompokkan dalam 4 (empat) kategori, yakni : (1) model kepemimpinan yang mengutamakan pengelolaan bidang keagamaan disebut tanuhita; (2)model kepemimpinan yang mengutamakan pengelolaan bidang sosial kemasyarakatan disebut samahita; (3) model kepemimpinan yang mengutamakan pengelolaan bidang kemiliteran disebut sarahita ; (4) model kepemimpinan yang mengutamakan pengelolaan bidang keadilan/pengadilan disebut darmahita. Sistem pengadilan yang tergambar dalam naskah ini mencakup 3 (tiga) model tindakan, yakni sama beda, dana dhendha, dan dana wesi asat. Adapun raja yang utama adalah yang bertabiat berbudi bawa laksana dan paramarta. Diantara ke 66 raja tersebut, ada 8 orang raja yang dalam sistem kepemimpinannya mementingkan pengelolaan pada satu bidang, yakni keprajuritan. Adapun 58 orang raja yang lain, dalam tata kepemimpinannya menetapkan sistem kombinasi. Perlu diperhatikan, keempat bidang konsentrasi kepemimpinan tersebut sesungguhnya merupakan 4 (empat) sisi kehidupan yang saling terkait, dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.