KAJIAN BENTUK RITUAL DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DI DESA SIDETAPA

Pengarang: 

I MADE PURNA, DKK

Penerbit: 

BPNB BALI

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

5.2.2 (390

ISSN/ISBN: 

602-258-240-3

KAJIAN BENTUK RITUAL DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DI DESA SIDETAPA

Desa Sidetapa yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng memiliki berbagai upacara yang relatif unik karena upacara-upacara yang hanya terdapat di desa ini dan upacara yang pelaksanaannya juga dalam waktu tertentu seperti upacara briyang agung. Upacara ini dilaksanakan dalam jangka waktu setiap 3 tahun sekali apabila tidak ada halangan, namun jika ada halangan bahkan lebih dari 5 tahun belum diadakan. Sesuai dengan nama upacara tersebut pada intinya upacara ini ditujukan untuk selalu memelihara keseimbangan alam semesta. Masyarakat Desa Sidetapa merupakan sebuah masyarakat yang bertipologi masyarakat Bali Aga (masyarakat pegunungan). Yang lebih menonjol dari kehidupan masyarakat Bali Aga adalah unsur kepercayaan dan ritual yang hidup dalam masyarakatnya. Ritual dan kepercayaannya sangat berbeda serta sangat unik jika disbanding dengan masyarakat Bali Dataran sekalipun sama-sama beragama Hindu. Pada intinya ritual briyang agung merupakan sebuah symbol solidaritas dan penyatuan masyarakat Desa Sidetapa serta sebagai sebuah symbol rasa syukur atas anugerah kehidupan yang telah diberikan oleh Ida Panembahan terhadap kemakmuran dan keselamatan yang diperoleh masyarakat Desa Sidetapa dalam kehidupan nyata. Upacara Briyang agung memiliki fungsi religious sebagai persembahan kehadapan Sang Hyang Widhi. Selain itu upacara juga berfungsi filosofis, sosial, pendidikan dan ekonomi. Upacara ini juga memiliki makna sebagai pengeruat (penyupatan), sebagai kesejahteraan, sebagai peleburan dosa, sebagai kurban suci.