KABUPATEN KAPUAS DALAM LINTASAN SEJARAH (PROVINSI KALIMANTAN TENGAH)

Pengarang: 

ASNAINI, HENDRASWATI, PEMBAYUN SULISTYORINI

Penerbit: 

BPSNT PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2007

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

KTE - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
56

Terbentuknya Kabupaten Kapuas dilalui dengan proses sejarah yang sangat panjang dimulai dari periode Kabupaten Kapuas dalam masa penjajahan Belanda, masa pendudukan dan masa setelah kemerdekaan. Pada masa penjajahan Belanda nama wilayah Kapuas ini diset dengan Onderafdeling Kapuas yang beribukota Kuala Kapuas termasuk dikukuhkan menjadi Afdeling Banjarmasin dan pada tahun 1913 Belanda membagi wilayah administratif secara menyeluruh di lingkungan Residen Borneo selatan dan timur dan terbentuknya Afdeling Dayaklanden (Tanah Dayak). Pada masa pendudukan Jepang, Afdeling Kapuas-Barito dimekarkan menjadi 3 dalam sebutan Barito Ken yang beribukotakan Muara Teweh, Dayak Ken beribukotakan Kuala Kapuas dan Sampit Ken yang beribukotakan Sampit. Pada masa kemerdekaan, diantara tahun 1945-1948, banyak pergolakan yang terjadi di Kalimantan Tengah pada umumnya di Kuala Kapuas pada khususnya. Daerah Kabupaten Kapuas diresmikan pada hari Rabu, 21 Maret 1951 di Kuala Kapuas oleh Gubernur Dr. Murdjani. bersama dengan itu pula dilantik anggota DPRDS. Pada tanggal 21 Maret 1951 dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten ini dan selalu diperingati setiap tahunnya dengan memilih Patih Barnstein Babu selaku pimpinan daerah. Setelah kemerdekaan kabupaten ini beberapa kali mengalami pemekaran wilayah.