JNANA BUDAYA MEDIA INFORMASI SEJARAH, SOSIAL, DAN BUDAYA VOL. 18 NO. 2 AGUSTUS 2013

Pengarang: 

M. ALIE HUMAEDI, DKK

Penerbit: 

BPNB BADUNG

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

9.2 (JP)

ISSN/ISBN: 

1410-5195

JNANA BUDAYA MEDIA INFORMASI SEJARAH, SOSIAL DAN BUDAYA VOL.18 NO. 2

Jurnal Jnana Budaya merupakan sebuah wadah untuk memberikan ruang menyampaikan gagasan original yang bersifat informatif berkaitan dengan bidang sejarah, sosial dan budaya. Dalam jurnal ini ada 12 artikel yang terdapat didalamnya, diantaranya: 1) ” Memaknai Wasiat (Woum) Sebagai Kearifan Budaya dan Faktor Pemertahanan Bahasa Kafoa Pada Masyarakat Habollat, Probur Utara, Alor Barat Daya, Nusa Tenggara Timur oleh M. Alie Humaedi. Dalam tulisan inidijelaskan bahwa bahasa kafoa merupakan salah satu bahasa daerah NTT yang telah terancam punah. 2) Penyesuaian Diri Penghuni Rumah Susun Terhadap Lingkungan Tempat Tinggal (Kasus Penghuni Rumah Susun Cokrodirjan Yogyakarta) oleh Ernawati Purwaningsih dan Sri Rum Giyarsih. Dalam kajian ini dijelaskan bahwa bentuk penyesuaian diri yang terdapat di hunian rumah susun Cokrodirjan adalah adaptasi by adjusment dan reaction. 3) Estetika Bahasa Bebanyolan Dalam Seni Pertunjukan Tradisional Bali oleh I Nyoman Duana Astika. Dipaparkan bahwa bahasa bebanyolan yang merupakan padanan bahasa improvisasi dan spontanitas yang lahir dari kepiawaian tokoh dalam seni pertunjukan memberikan nuansa atau ciri khas tersendiri dalam pertunjukan kesenian tradisional di Bali. 4) Dang Hyang Nirartha dan Kawangsan di Bali oleh Cok. Istri Suryawati. Memberikan gambaran tentang sosok Dang Hyang Nirartha sebagai tokoh sejarah yang melegenda bagi masyarakat Hindu di Bali. 5) Fungsi dan Makna Upacara Dewa Maseraman di Pura Panti Tmrah, Desa Paksebali, Klungkung, Bali oleh I Wayan Sudarma. Dalam karya ini dipaparkan bahwa upacara dewa Maseraman merupakan salah satu upacara sakral yang dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan sekali oleh masyarakat. Upacara ini berfungsi sebagai petunjuk lingkaran kehidupan manusia yang dijalani oleh masyarakat setempat menuju keseimbangan hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan tuhannya. 6) Figur Tuan Guru Lopan Dalam Kehidupan Masyarakat Sasak di Lombok oleh I Gusti Ayu Armini. Mengkaji tentang bagaimana Tuan Guru Lopan adalah seorang tokoh perintis pembaharuan Agama Islam di Pulau Lombok. 7) IMade Sumarja dan Nuryahman memotret bagaimana kesenian ukir berkembang di Kampung Loloan, Kabupaten Jembrana, dengan tulisan yang berjudul Seni Ukir Kayu Masyarakat Kampung Loloan di Jembrana Dalam Dimensi Sejarah.