JNANA BUDAYA MEDIA INFORMASI SEJARAH, SOSIAL, DAN BUDAYA VOL. 18 NO. 1 FEBRUARI 2013

Pengarang: 

I GUSTI KETUT GDE ARSANA, DKK

Penerbit: 

BPNB BANDUNG

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Bali
Rak: 

9.2 (JP)

ISSN/ISBN: 

1410-5195

JNANA BUDAYA MEDIA INFORMASI SEJARAH, SOSIAL DAN BUDAYA VOL.18 NO. 1

Jurnal Jnana Budaya merupakan sebuah wadah untuk memberikan ruang menyampaikan gagasan original yang bersifat informatif berkaitan dengan bidang sejarah, sosial dan budaya. Dalam jurnal ini ada 12 artikel yang terdapat didalamnya, diantaranya: 1) Isu Komodifikasi Ranah Tri Hita Karana: Kritik Terhadap Kebijakan Pembangunan Industri Kepariwisataan di Bali oleh I Gusti Ketut Gde Arsana dan I.B.G. Pujaastawa. Dalam bahasannya dijelaskan bahwa kapitalisme pariwisata membawa konsekuensi logis terhadap segala bidang kehidupan khususnya di Bali. 2) Budaya Spiritual di Lingkungan Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari oleh Hendraswati. Tulisan ini menggambarkan bagaimana makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dianggap makam keramat dan berkembang menjadi sebuah budaya spiritual. 3) Etnosains, Diskursif dalam Epistemologi Antropologi (sebuah pemikiran) oleh I Nyoman Sama. Dalam bahasannya dijelaskan bahwa di era globalisasi perkembangan ilmu pengetahuan semakin maju dan penemuan baru telah banyak memberi gaya atau pola pikir sekarang ini. 4) Eksistensi Pasar Tradisional di Tengah Maraknya Pasar Modern (Supermarket, Hypermarket) di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali oleh Hartono. Dalam pembahasannya diuraikan bahwa pasar tradisional merupakan barometer dalam melihat perekonomian dalam skala kecil dan menengah. 5) Arsitektur Rumah Tradisional di Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat oleh I Made Dharma Suteja. Dalam pembahasannya dijelaskan bahwa bangunan tradisional merupakan simbol atau media untuk menyampaikan pesan secara simbolis. 6) Kampung Adat Ratenggaro di Sumba Barat Daya ”Antara Sejarah dan Tradisi Kubur Batu” oleh I Putu Kamasan Sanjaya. Penulis menjelaskan bahawa kampung adat Ratenggaro memiliki tradisi kubur batu yang sangat terkait dengan kepercayaan Marapu. 7) Semi Tari Api Konteporer Sebagai Daya Tarik Pariwisata di Bali oleh I Gusti Ayu Agung Sumarheni. Dalam inti bahasannya dijelaskan bahwa seni tari kontemporer, baik yang bersumber dari tradisi maupun nontradisi merupakan hasil kreatifitas anak bangsa.