JEJAK BUDAYA DAYAK MERATUS DALAM PERSPEKTIF ETNORELIGI

Pengarang: 

HARTATIK

Penerbit: 

OMBAK

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

WAK - 305.8 (300-309)

ISSN/ISBN: 

602-258-458-2

Jumlah Halaman: 
188

Pada masa kolonial, kata dayak dan melayu digunakan oleh para peneliti pada masa itu untuk membedakan antara penduduk Kalimantan yang masih menganut kepercayaan leluhur dan yang telah menjadi muslim. Penduduk yang muslim    dan tinggal di sekitar muara disebut orang Melayu, sedangkan yang tinggal di bagian hulu dan menganut kepercayaan leluhur disebut Dayak. Pada masa itu, kata Dayak sering  digunakan dalam konotasi yang negatif dan rasis sehingga banyak yang merasa tidak nyaman menjadi orang Dayak. Seiring ddengan berjalannya waktu, kini istilah Dayak telah menjadi sebuah identitas etnis yang membanggakan. Ada tiga hal utama yang disampaikan dalam buku ini, yaitu religi, peralatan tradisional, dan rekonstruksi identitas Dayak Meratus. Buku ini mengungkap bukti-bukti arkeologis dan etnografi yang kemudian dianalisis dengan pendekatan etnoarkeologi dan sejarah. Sebagian besar data primer bertumpu pada data etnografi, terutama yang berkaitan dengan konsep  dan peralatan religi. Sebagai sebuah penelitian arkeologi etnografi, penulis berupaya menggali informasi etnografi dari pemilik idioteknik semaksimal mungkin.