JARINGAN PERDAGANGAN PERANTARA ETNIS CINA DI PALEMBANG PADA PERMULAAN ABAD KE 20 SAMPAI AKHIR KOLONIAL BELANDA

Pengarang: 

JUMHARI, REFISRUL, IRIANI

Penerbit: 

BPSNT PADANG

Tahun Terbit: 

2007

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Selatan
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-979-9388-79-7

Jumlah Halaman: 
83

Jaringan perdagangan etnis Cina di Palembang pada permulaan abad ke-20 sampai berakhirnya kolonial Belanda, bukanlah periode dimana orang Cina di Palembang mulai mengawali menekuni profesi ini. Permulaan abad ke-20 dipandang sebagai massa tumbuhnya profesi kepialang berdasarkan ikatan etnis. Pada masa Kesultanan Palembang orang-orang Cina dan Arab di Palembang merupakan penghubung/perantara bagi pihak kesultanan dengan para pedagang asing dalam aktivitas perdagangan. Orang Cina cenderung bertindak sebagai agen perantara. Jaringan perdagangan perantara Cina di Palembang berkembang dan beroperasi mulai dari lingkar dusun, kota sampai ke lingkup nasional dan regional. Nilai-nilai dalam perilaku bisnis seperti hopeng (menjaga hubungan baik dengan relasi), hong-sui (kepercayaan alamiah yag menunjang nasib baik dan buruk) dan hokie (faktor keberuntungan), serta sifat ulet dan gigih dalam berusaha merupakan nilai utama dalam perilaku bisnis orang Cina. Kultur dan perilaku orang-orang Cina dalam menjalani profesi yang memang disokong oleh landasan budaya mereka, yang telah terinternalisasi atau tertanam kuat sejak mereka masih kanak-kanak.