JARING KUASA STUKTURALISME DARI LEVI-STRAUSS SAMPAI FOUCAULT

Pengarang: 

EDITH KURZWEIL

Penerbit: 

KREASI WACANA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

IPO - 320.5 (320-329)

ISSN/ISBN: 

978-602-8784-10-8

Jumlah Halaman: 
418

Pada saat sekarang, strukturalisme Levi Strauss tengah diperbaiki sampai ke batas yang sulit dikenali. Dia telah memasuki perdebatan pasca-strukturalis, suatu debat yang basis empiriknya tidak lagi sekuat strukturalisme. Althusser dan Foucault telah bergabung dengan Touraine dan Lefebvre lalu mneyatakan bahwa strukturalisme lebih merupakan suatu ideologi ketimbang sains. Levi Starauss sendiri telah kembali pada antropologi dan menolak semua neostrukturalisme; Barthes dan Ricoeur telah berpindah ke semiotika – kehadiran kedua dari linguistik struktural dalam reinkarnasi yang lebih bersifat filosofis yang dikatakan telah menolak basis antropologinya. Namun, premis-premis dan pemikiran strukturalis begitu menyebar luas. Ini dikarenakan mungkin mereka telah terinternalisasi pada setiap diri intelektual. Juga, strukturalisme telah bergabung dengan tradisi Plato dan Roussseau, Nietzsche dan Kant, Proust dan Flaubert, Condorcet dan Erasmus.