JAKA KENDIL

Pengarang: 

SUMARNO, MUDJIJONO

Penerbit: 

BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA D.I. YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

CER - 398.26 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-623-7654-05-6

Jumlah Halaman: 
38

Pada zaman dahulu, di sebuah desa hiduplah seorang janda tua (Mbok Randha) yang hidup sebatang kara. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari,   Mbok Randha berjualan kayu di pasar. Sebenarnya ia sangat menginginkan seorang anak. Namun, untuk mengangkat seorang anak menurutnya pasti tidak mampu dikarenakan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja sudah cukup berat. Tetapi keinginan hatinya untuk memiliki seorang anak sangat kuat. Sampai akhirnya pada suatu malam Mbok Randha bermimpi yaitu kejatuhan bulan yang sangat membuatnya risau. Tetapi mimpi itu menjadi kenyataan. Ini dikarenakan pada keesokan harinya ada prajurit yang merupakan utusan raja datang ke rumahnya dengan memberikan bungkusan dan sejumlah uang. Setelah prajurit pulang, alangkah terkejutnya ia saat mengetahui bahwa isi bungkusan tersebut adalah seorang bayi yang menyerupai kendil. Dan akhirnya Mpok Randha memberi nama bayi tersebut yaitu Jaka Kendil. Beberapa tahun kemudian, Jaka Kendil dan ibunya pergi ke pasar lalu melintaslah putri raja yang menyebabkan Jaka Kendil jatuh cinta padanya. Suatu hari kerajaan mengadakan sayembara yang menyatakan barang siapa yang dapat menghadirkan gamelan Lokananta dari Kayangan, maka pemenang akan dinikahkan dengan putri raja. Tanpa berpikir panjang Jako Kendil meminta ijin dan doa restu dari ibunya untuk mengikuti sayembara. Dan ia pun berhasil memenangkan sayembara tersebut. Pada hari yang sudah ditentukan, akhirnya Jaka Kendil dinikahkan dengan putri raja dan duduk berdampingan. Keajaiban pun terjadi ketika sang putri memeluk Jaka Kendil, yaitu Jaka Kendil berubah menjadi ksatria tampan. Didalam cerita Jaka Kendil ini, terkandung ajaran budi pekerti serta spirit hidup yang dilandasi oleh keikhlasan dan kesederhanaan. Usaha dan perilaku baik akan membuahkan hasil yang baik dan bahagia pula. Tokoh Jaka Kendil sendiri sebenarnya merupakan keturunan keluarga kerajaan namun karena melakukan kesalahan akhirnya menjadi rakyat miskin. Namun dengan kegigihan, akhirnya Jaka Kendil dapat hidup seperti sedia kala sebagai seorang ksatria yang layak mempersunting putri raja.