INVENTARISASI ORGANISASI PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DI PROPINSI KALIMANTAN

Pengarang: 

DRA. YUFIZA

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK

Tahun Terbit: 

2003

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

L7.1(AGAMA

INVENTARISASI ORGANISASI PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DI PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah budaya spritual yang dihayati oleh sebagian bangsa Indonesia, merupakan suatu bentuk usaha manusia untuk mendekatkan diri atau menjalin hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, dirinya sendiri, sesama manusia dan alam semesta. Bentuk dari penghayatan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah suatu kegiatan sosial yang melibatkan para warga masyarakat pendukungnya dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan. Penghayat kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa tersebut telah ada dan hidup sejak nenek moyang kita, terus berlanjut berkurang dan bertambah dengan nilai-nilai yang diserapnya. Secara garis besar konsep-konsep dan ciri umum bersamaan dari isi ajaran (wewarah) luhur dari dua organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah sebagai berikut : Dengan ungkapan indikasi penghayat jelas kiranya bahwa budaya spritual nenek moyang bangsa Indonesia telah dipertegas eksistensinya oleh Hyang Maha Kuasa dengan diturunkan ajaran kerohanian Sapta darma, dalam hubungan sebagai mahkluk individu manusia melalui roh sucinya dapat berkomunikasi secara nyata dan langsung dengan Tuhan Yang Maha Esa, Dalam penghayatan ajaran kerokhanian Sapta Darma, Dengan pengalaman-pengalaman kosmis tentang keagungan, kebesaran dan kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas itu para warga kerokhanian Sapta Darma dapat menikmati rasa yang sangat mulia dalam kehidupan pribadi, Dengan penghayatan dan pengalaman ajaran kerokhanian Sapta Darmasebagai ajaran ilmu kemanusiaan yang adi luhung, tinggi mutu dan nilainya maka dalam praktek penghayatannya merupakan perwujudan teori pengendalian nafsu dan mawas diri yang sangat didambakan oleh smeua pihak, Dalam ajaran Ilmu Sejati, bahwa di dalam hidup manusia sebagai umat mempunyai kewajiban untuk sellau yakin tentang adanya Tuhan Yang Maha Kuasa, Dalam ajaran Ilmu Sejati, bahwa di dalam diri manusia terkandung sifat-sifat baik dan buruk, sifat prilaku yang baik ini untuk menuju pada kehidupan yang bahagia, baik kehidupan di dunia maupun di akherat nanti, Dalam ajaran ilmu sejati, sikap terhadap sesama manusia adalah kewajiban saling mencintai sesamanya sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri.