INTEGRASI NASIONAL DI DAERAH RIAU SUATU PENDEKATAN BUDAYA

Pengarang: 

DRS. NOVENDRA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1995/1996

Daerah/Wilayah: 
Riau
Rak: 

2.4(300-31

INTEGRASI NASIONAL DI DAERAH RIAU SUATU PENDEKATAN BUDAYA

Nilai-nilai budaya yang dapat dikembangkan menjadi kebudayaan nasional, biasanya digali dari kebudayaan daerah dan kebudayaan umum lokal. Dari kebudayaan umum lokal yang terdapat di kota Tembilahan, dapat diketahui bahwa di kota ini sudah terjadi akulturasi atau adaptasi budaya antar kelompok suku bangsa. Merupakan hal yang biasa apabila kelompok dari salah satu suku bangsa melakukan kebiasaan atau tradisi dari suku bangsa lainnya. Dengan demikian, nilai-nilai budaya suku bangsa telah membaur dan dianggap menjadi milik bersama. Nilai-nilai budaya tersebut seperti taqwa, rukun, ramah tamah, gotong royong, dan setia kawan. Nilai-nilai budaya tersebut diatas, sekarang selalu dipegang teguh oleh anggota masyarakat Melayu, Banjar, dan Bugis. Disamping nilai-nilai budaya yang dimiliki diatas, hal utama lain yang dapat menunjang integrasi nasional dari kelompok suku bangsa Melayu, Banjar, dan Bugis di kota Tembilahan, adalah keyakinan mereka pada ajaran agama yang sama, yaitu Islam. Hal lain yang dapat mempersatukan anggota masyarakat kota Tembilahan adalah bahasa sebagai alat komunikasi antar mereka yang berbeda suku bangsa. Hubungan sosial di antara kelompok Melayu, Banjar, dan bugis di kota tembilahan, berlangsung dengan baik dan akrab. Akhirnya, unsur yang paling berpotensi mempersatukan anggota masyarakat Melayu, Banjar, dan Bugis di kota Tembilahan adalah ideologi yang sama-sama dianut oleh mereka.