INDRAGIRI HILIR: PENINGGALAN SEJARAH ABAD 16-20

Pengarang: 

NURAINI DAN DWI SOBUWATI

Penerbit: 

BPSNT TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Riau
Rak: 

SUA - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-979-1281-26-3

Jumlah Halaman: 
125

Indragiri Hilir terletak di bagian Selatan Propinsi Riau, sudah dikenal sejak dahulu, karena pada abad ke-16 telah berdiri sebuah kerajaan dibawah pimpinan Nara Singa. Dengan berdirinya sebuah kerajaan, tentu saja meninggalkan berbagai peninggalan yang saat ini masih dapat ditemukan yang jenisnya berupa bangunan, benda-benda, peralatan–peralatan, dll. Pada abad ke-17 kerajaan Indragiri terkenal sebagai penghasil lada dan karet terbesar, sehingga banyak kerajaan-kerajaan lain di Nusantara menjalin kerjasama dengan Sultan Indragiri. Pada masa pemerintahan sultan terakhir perdagangan jalur laut memegang peranan penting. Kehidupan perekonomian kerajaan Indragiri berakhir seiring dengan berkuasanya pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1942-1945, yang berakibatkan dengan dihapusnya kekuasaan sultan. Terlepas dari perannya, peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir nampaknya kurang terawat. Padahal peninggalan yang ada mengandung nilai yang dapat dijadikan asset pariwisata yang potensisal.