IDENTITAS SUKU DI PERBATASAN (TINJAUAN SEJARAH DAN SOSIAL BUDAYA) SUATU STUDI DI DUSUN ARUK DESA SEBUNGA KECAMATAN SAJINGAN BESAR KABUPATEN SAMBAS

Pengarang: 

LISYAWATI NURCAHYANI, SALMON BATUALLO

Penerbit: 

BKSNT PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2007

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

KSB - 303.4 48 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
44

Masyarakat Dusun Aruk, desa Sebunga berasal dari Suku Dayak Bekatik di daerah Kabupaten Bengkayang yang telah bermigrasi untuk mencari tempat yang aman dari pengacau, serta mencari lahan yang luas dan subur pada masa pengayauan. Pengikisan adat budaya suku Dayak Bekatik di wilayah Desa Sebunga dominan disebabkan faktor intern, yaitu perilaku suku itu sendiri yang tidak berupaya melestarikan adat budayanya, baik dengan kesadaran sendiri maupun pembinaan dari pengurus adat. Proses akulturasi dan asimilasi budaya asing terhadap suku Dayak Bekatik berlangsung secar alamiah. Proses tersebut disebabkan faktor toleransi dan amalgamasi.Keterlibatan masyarakat suku Dayak Bekatik di kecamatan Sajingan Besar dalam kegiatan illegal logging cenderung berorientasi pada faktor ekonomi daripada faktor budaya. Perubahan sosial di kawasan perbatasan di dorong oleh aksesibilitas keimigrasian dan ekonomi. Masyarakat yang berdomisili di kawasan perbatasan dapat bebas keluar-masuk wilayah Malaysia, baik untuk kegiatan perdagangan maupun mencari pekerjaan.