IDENTITAS MASYARAKAT PERBATASAN (SUATU TINJAUAN SEJARAH SOSIAL BUDAYA)

Pengarang: 

DRA. LISYAWATI N, M.Si

Penerbit: 

BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PTK

Tahun Terbit: 

2006

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L2.3(SOSBU

IDENTITAS MASYARAKAT PERBATASAN (SUATU TINJAUAN SEJARAH SOSIAL BUDAYA)
Kabupaten yang paling ujung di Propinsi Kalimantan Barat ini adalah Kabupaten Kapuas Hulu. Masyarakat yang bermukim di wilayah ini secara mayoritas adalah Suku Dayak Iban dengan aneka kebudayaan yang melekat pada sukunya. Budaya-budaya ini tertuang dalam adat istiadat yang berlaku dalam kehidupan mereka dan senantiasa dilaksanakan dengan penuh ketaatan untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan mereka. Adat istiadat ini merupakan identitas mereka dan sekaligus jatidiri untuk tetap mempertahankan eksistensi kebudayaan yang ada di lingkungan masyarakatnya oleh pendukung adat istiadat tersebut. Di daerah perbatasan cenderung banyak masalah yang timbul, misalnya illegal loging, penjualan mobil mewah dari Malaysia ke Kecamatan Badau yang tidak memiliki nomor polisi sehingga hal ini memberikan dampak besar kepada negara seperti pajak kendaraan tidak masuk ke kas negara. Dalam aspek ekonomi suku Dayak Iban di perbatasan cenderung berorientasi kepada negeri Sarawak-Malaysia Timur, karena disebabkan sentimen primordial yang memberikan kemudahan bagi kelompok suku Dayak Iban yang melakukan migrasi untuk mencari pekerjaan atau melakukan berbagai kegiatan perdagangan. Sedangkan dalam aspek politik pengetahuan kelompok suku Dayak Iban cenderung di motori oleh meningkat pendidikan penduduk yang selanjutnya disosialisasikan di rumah-rumah betang yang merupakan konsentrasi pemukiman penduduk.