IDENTITAS ETNIK MASYARAKAT PERBATASAN (Kasus di Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman)

Pengarang: 

ROIS LEONARD ARIOS, AJISMAN, ENY CHRISTYAWATY

Penerbit: 

BKSNT PADANG

Tahun Terbit: 

2003

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

KSB - 305.8 (300-309)

ISSN/ISBN: 

979-9388-31-7

Jumlah Halaman: 
110

Kedatangan orang Mandailing sendiri pada awalnya merupakan sebagai salah satu program pemerintah Kabupaten Pasaman untuk membuka daerah yang masih terisolir oleh hutan. Kegigihan orang Mandailing telah memberikan hasil dengan semakin luasnya wilayah pemukiman mereka sehingga dapat mempertahankan budayanya. Orang Mandailing untuk dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat Minangkabau, mereka rela bainduk kepada orang minangkabau yang dengan demikian, pada awal kedatangan mereka akan memperoleh fasilitas dan mendapat tanah dari orang minangkabau. Untuk menjaga terjalinnya hubungan yang harmonis antarkedua suku bangsa tersebut, dalam beberapa unsur budaya dilakukan modifikasi sehingga memunculkan corak budaya baru sebagai gabungan dari kedua budaya tersebut. Identitas etnis asal masyarakat di perbatasan seperti umumnya diperkirakan orang ternyata telah mengalami perubahan. Budaya penduduk asal maupun budaya suku bangsa pendtang telah mengalami modifikasi untuk menjalin terjadinya keseimbangan dan stabilitas sosial yang dengan sendirinya mencegah terjadinya konflik.