IDENTIFIKASI MASALAH SOSIAL-EKONOMI AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (KASUS PABRIK ROKOK DI JAWA TIMU

Pengarang: 

DRA. SRI SAADAH SOEPONO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1993

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

4.1(330-33

IDENTIFIKASI MASALAH SOSIAL-EKONOMI AKIBAT PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (KASUS PABRIK ROKOK DI JAWA TIMUR)


Kota Kediri memiliki potensi besar sebagai sumber devisa Negara yang berasal dari komoditi non migas. Pemasukan untuk Negara yang diperoleh dengan penetapan pita cukai dari industri pabrik rokok terbesar di Indonesia yakni Gudang Garam. Berkembangnya pabrik Gudang Garam ini ditandai dengan makin luasnya areal lokasi pabrik, yang dewasa ini telah terbentuk 9 unit, belum ditambah areal perumahan karyawan dan fasilitas lainnya. Pada kenyataannya, hampir setiap orang berharap dapat bekerja di Gudang Garam, sebab dengan pendidikan yang relatif rendah bisa menghidupi keluarganya, paling tidak dengan kebutuhan sehari-hari akan makin bisa tercukupi, bahkan anak-anak usia sekolah bisa mengenyam pendiidkan atas penghasilan yang diperoleh dari Gudang Garam ini. Perjalanan panjang yang dilalui oleh Gudang Garam dalam mengembangkan usahanya, banyak memperhatikan aspek manusiawinya di samping kemajuan pabrik. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah cara yang paling tidak dikehendaki baik oleh buruh/karyawan maupun pihak perusahaan. Masalah sosial berkenaan dengan kehidupannya.di lingkungan masyarakat, berbagai predikat dilontarkan kepada orang yang mengalami PHK, mengakibatkan orang bersangkutan sulit berkomunikasi dengan masyarakatnya. Masalah ekonomi yang dihadapi adalah kehilangan sumber pendapatan yang selama ini menjadi andalan keluarga untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dengan demikian pemutusan hubungan kerja sebetulnya akan menimbulkan masalah bagi berbagai pihak.