HUBUNGAN ANTAR SUKU BANGSA DI KOTA PANGKALPINANG

Pengarang: 

EVAWARNI 

Penerbit: 

BALAI PELESTARIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Kepulauan Bangka Belitung
Rak: 

MAT - 307.7 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-979-1281-28-7

Jumlah Halaman: 
101

Kota Pangkalpinang yang dikenal juga dengan sebutan "Kota Pangkal Kemenangan" adalah salah satu daerah otonomi yang terletak di Pulau Bangka. Penduduknya terdiri dari beberapa suku bangsa (majemuk) seperti Melayu, Cina, Bugis, Jawa, Batak, Minang, dan sebagainya. Kemajemukan ini ditandai dengan adanya suku-suku bangsa yang masing-masing mempunyai cara hidup atau kebudayaan yang berlaku dalam masyarakat suku bangsanya sendiri-sendiri. Hubungan antar suku bangsa di kota Pangkalpinang telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Mereka telah berbaur dalam berbagai aspek kehidupan, bukan saja dibidang ekonomi tetapi juga dibidang sosial dan budaya. Mereka hidup rukun dan harmonis. Perbedaan budaya tidak menjadi halangan untuk satu sama lainnya menjalin hubungan, yang penting adalah saling memahami, beradaptasi dan toleransi. Kunci utama dari pergaulan antar budaya adalah tidak menilai orang lain yang berbeda budaya dengan menggunakan penilaian budaya kita. Diantara faktor penunjang terciptanya kerukunan dan keharmonisan masyarakat antar suku bangsa di kota Pangkalpinang adalah adanya pemahaman masyarakat tentang budaya yang dimiliki suku bangsa yang berbeda, lancarnya komunikasi antarbudaya dan peran serta pemimpin informal dalam menciptakan dan membina kerukunan warga masyarakatnya.