HIKAYAT PUTROE BAREN 2

Pengarang: 

RAMLI HARUN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1983

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

1.4(000-09

HIKAYAT PUTROE BAREN 2

Setelah tiga tahun Bangta Sulotan memerintah di negeri Mekah baginda Raja Baren Nasi Mangkat. Raja muda memimpin rakyatnya dengan adil disertai dengan sifatnya yang pemurah. Putri Sunoe yang berwatak keras diam-diam pergi berlayar bersama dengan beberapa orang pengantar. Baru keesokan harinya Putri Baren mengetahui hal itu, seraya memberitahukan Bangta Sulotan bahwa Putri Sunoe sedang mengalami kecelakaan di laut. Tetapi sebenarnya ia tidak mati, ia diselamatkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan menjelma sebagai seorang bayi dalam perut seekor ikan yang besar. Dalam suatu usaha memenangkan perkelahian, sambil memuji kebesaran Tuhan, Putri Baren memohon sempena dan tuah kedua orang tuanya. Sebutan nama Baren Nasi dan Meureudum Rakna terdengar oleh Bangta Sulotan. Ketika ia mengetahui bahwa Putri Baren yang mengucapkannya dengan segera pertarungan terhenti. Tidak berapa lama, putra putri Baren tiba di negeri Mekah dan langsung berhadapan dengan musuh. Pertempuran berlangsung lagi. Akhirnya Raja Jabarah harus mengakui kekuatan lawannya, yang menyebabkan ia mundur dari negeri Mekah. Negeri Mekah aman kembali dibawah pimpinan Bangta Sulotan.