HASIL PENELITIAN ORGANISASI PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DI JAWA TIMUR

Pengarang: 

DRS. BAMBANG SOEDHARSONO SINGG

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1995/1996

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

1.5(200-29

HASIL PENELITIAN ORGANISASI PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DI JAWA TIMUR

Perkembangan organisasi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diteliti pada umumnya mengalami proses yang berbeda-beda. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut antara lain : keberadaan anggota organisasi yang tersebar di berbagai tempat, sehingga pemantauannya terhambat; kemampuan pengurus yang masih kurang dalam memimpin organisasi; dan pengelolaan administrasi yang masih kurang memadai. Kedudukan Tuhan Yang Maha Esa adalah Maha Tinggidan pencipta alam semesta yang sekaligus juga penguasa. Tuhan Yang Maha Esa adalah imanen sekaligus trasenden. Tujuan hidup manusia adalah untuk memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagian hidup, bukan hanya di dunia ini namun juga untuk kehidupan setelah manusia meninggal dunia. sehingga tingkah laku manusia lebih bermakna dalam hubungannya dengan kehidupan setelah kematian. Doa-doa pada waktu penghayatan pada umumnya diucapkan dalam hati,baik itu dilakukan sendiri maupun bersama-sama dengan sesama warga penghayat.