GUSJIGANG  ETOS KERJA DAN PERILAKU EKONOMI PEDAGANG KUDUS

Pengarang: 

SUMINTARSIH, CHRISTRIYATI ARIANI, SITI MUNAWAROH

Penerbit: 

BPNB DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

ETK - 303.3 (300-319

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-56-3

Jumlah Halaman: 
186

Gusjigang diyakini oleh masyarakat Kudus sebagai personifikasi dari Sunan Kudus. Gusjigang memiliki tiga kata kunci yaitu gus-bagus, ji-ngaji dan gang-dagang. Ketiga kata kunci tersebut dapat dimaknai sebagai nilai-nilai yang harus diacu, yang memiliki tuntunan masyarakat Islam Kudus didalam menjalankan kehidupannya. Gusjigang juga memberikan makna kepada pedagang muslim Kudus bahwa dalam berdagang senantiasa berpegang pada aqidah islamisasi yaitu jujur, saling percaya, baroqah dan amanah. Gusjigang dapat terungkap dengan baik dari tiga pengusaha yang kebetulan termasuk pengusaha tingkat menengah keatas. Dalam bertransaksi dengan pelanggan dilandasi dengan kejujuran, kepercayaan dan disiplin. Dilihat dari infrastrukturnya pengusaha/pedagang Kudus dalam memproduksi produk yang dijual menggunakan peralatan mesin baik jenang mubarok, jenang muntaroh, bordir nova dan konveksi collection. Dalam membangun sinergi dengan karyawan, mereka tidak hanya dituntut untuk bekerja keras penuh dedikasi, tetapi juga dibekali dengan motivasi spiritual, diajak berwisata yang bermafaat, disirami ilmu dengan majelis pengajian yang mendatangkan tokoh ulama, habis, ustad dan seterusnya. Untuk menjaga agar karyawan krasan berkerja dengan memberikan kesejahteraan yang cukup kepada mereka seperti memberikan bonus atau uang tambahan, memberi perhatian dan kepercayaan. Etos kerja tampak dalam mereka berdagangyakni terkandung adanya nilai-nilai kejujuran, keberkahan, keterbukaan, kepercayaan, kerja keras, keuletan, kesederhanaan, dan nilai-nilai untuk bertahan serta nilai-nilai dorongan untuk terus maju dan berkembang dalam menggeluti usaha yang digelutinya. Semuanya ini merupakan cerminan dari karakter pedagang Kudus.