GORONTALO  TANTANGAN DAN KEBIJAKAN SOSIAL, POLITIK DAN EKONOMI KOLONIAL BELANDA

Pengarang: 

HASANUDDIN

Penerbit: 

BKSNT MANADO

Tahun Terbit: 

2004

Daerah/Wilayah: 
Gorontalo
Rak: 

SPO - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

979-96758-5-5

Jumlah Halaman: 
283

Pertumbuhan awal Kerajaan Gorontalo dibentuk melalui sistem demokrasi, melalui proses pengangkatan raja dilakukan pemilihan oleh para bate dan dalam pelaksanaan pemerintahannya mendapat pengawasan dari Bantayo Poboqide. Dengan demikian wewenang raja dapat dicegah apabila melakukan sistem otoriter. Gorontalo melalui hubungan interaksi antarunit lewat komunikasi baik melalui Ternate, Gowa, pembentukan federasi Limo lo pahalaqa sampai pada VOC kemudian dilanjutkan Pemerintahan Hindia Belanda telah menciptakan hubungan melalui perkawinan, perang, diplomasi, sampai pada pelayaran dan perdagangan. Terbentuknya jaringan komunikasi itu menimbulkan proses integrasi diantara daerah-daerah dengan unsur-unsur sosialnya.  Perkembangan pusat kekuasaan dalam perjalanan sejarah, sosial, politik dan ekonomi Gorontalo secara jelas menunjukkan kecenderungan kearah integrasi progresif yang sudah tentu mengalami pasang surut.  Jika diamati perubahan tata kehidupan sosial dan politik Gorontalo pada awal abad ke-20 tidak terlepas dari perkembangan politik di Jawa. Secara empiris telah tampak adanya fakta-fakta krusial yang mengarah pada pencarian identitas baru. Demikian pula peranan sistem pengajaran mendorong tumbuhnya kesadaran kebangsaan dikalangan kaum muda.