GERAKAN PERLAWANAN RAKYAT TERHADAP KOLONIAL BELANDA DI ACEH TENGGARA TAHUN 1904

Pengarang: 

SUDIRMAN, S.S

Penerbit: 

BPSNT BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

SPR - 904.7 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-979-9164-72-8

Jumlah Halaman: 
92

 

Masih sedikit yang mengetahui bahwa pada permulaan abad ke-20, yaitu tahun 1904 di daerah Alas (Aceh Tenggara) telah berkobar suatu perang secara besar-besaran ”Perang Gayo Alas” melawan penyerbuan kaum penjajah Belanda, yang merupakan bagian dari perang Belanda di Aceh semenjak tahun 1873. Peristiwa dan jalannya pertempuran perang Gayo-Alas itu sedemikian kejamnya, sehingga menimbulkan kemarahan bukan saja di Nusantara tetapi juga di negeri Belanda sendiri. Dengan mempelajari jalannya perang Belanda di Aceh secara keseluruhan, termasuk perang Alas tahun 1904, jelaslah bahwa perang itu yang dimulai tahun 1873 merupakan suatu perang suci (perang sabil), karena rakyat Aceh, Gayo dan Alas ini mempertahankan kesucian agama yang mereka anut dan kemerdekaan tanah air dari serangan kaum penjajah. Oleh sebab itu pula, peperangan tersebut merupakan perang rakyat semesta yang telah melibatkan seluruh rakyat secara langsung.