GERAKAN PANDAN KASTURI DI AMBON TAHUN 1829

Pengarang: 

DRS. S.H. MAELISSA, M.Hum; DRA. Ny. F. SAHUSILAWANE

Penerbit: 

KEMENTERIAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PROVINSI MALUKU DAN MALUKU UTARA

Tahun Terbit: 

2004

Daerah/Wilayah: 
Maluku
Rak: 

SPR - 904.7 (900 - 909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
149

 

 

Bila dilihat sebagai suatu gerakan sosial maka perlawanan Pattimura 1817 dan Pandan Kasturi 1829 ditentukan oleh banyak faktor sebagai fenomena sosial. Perjuangan gerakan Pandan Kasturi 1829 yang dikoordinir bersama para kewang di Saparua terhambat dalam interaksi dengan serdadu Saparua di Ambon. Padahal mereka telah mempersiapkan kondisi di Saparua untuk menerima komando dari serdadu di Ambon tetapi surat yag diedarkan tercecer ke tangan lawan. Dalam kondisi apapun bila suatu rahasia telah diketahui lawan pasti akan memukul balik keadaan yang menghancurkan. Upaya para kewang dan sebagian pasukan Pattimura yang bertahun-tahun bersembunyi di hutan-hutan menjadi layu sebelum mekar. Struktur kehidupan masyarakat yang berproses dalam peristiwa 1829 tidak dapat memunculkan suatu Collective Action dibawah kepemimpinan kewang sebab unsur organisasi menjadi pincang. Organisasi kewang tidak dapat memobilisasi massa rakyat karena intervensi pemerintah Hindia Belanda dengan R.R 1824 No. 19.a. Dengan demikian tidak terjadi Collective Action dalam peristiwa 1829 tetapi keadaan menjadi kacau lalu diadakan penangkapan dan hukuman bagi para aktivis.