GEOGRAFI BUDAYA DAERAH KALIMANTAN TENGAH

Pengarang: 

TERAS MILING

Penerbit: 

PROYEK PENGKAJIAN DAN PEMBINAAN NILAI-NILAI BUDAYA

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

3.3(300-31

GEOGRAFI BUDAYA DAERAH KALIMANTAN TENGAH Penduduk Kalimantan Tengah masih banyak yang belum mengenal akan alam lingkungan hidupnya dengan baik. Geografi budaya dalam penelitian ini dibatasi dalam ruang lingkup yang mengandung aspek-aspek sumberdaya alam, sumber daya manusia, sistem kehidupan sosial budaya dan wilayah-wilayah pembanguna ndi Propinsi Kalimantan Tengah. Eksploitasi hutan ditingkatkan dari tebang non mekanis menjadi semi mekanis seluruhnya. Ekspor hasil hutan yaitu kayu, secara bertahap dtingkatkan dari berbentuk kayu glondongan (logs) menjadi kayu masak. Untuk itu industri penggergajian kayu harus didirikan oleh para pemegang HPH. Pendirian saw-mills ini telah dilaksanakan sebagian dengan lokasi terpencar di seluruh kalimantan Tengah. Pembangunan prasarana dan sarana perhubungan berupa pengerukan dan pembersihan sungai dan banjir; pemasangan rambu-rambu, pendirian dermaga-dermaga, dan mengusahakan pelanjutan usaha pembangunan terutama antara Sampit dan Pulang Pisau yang akanmenghubungkan sungai Kahayan dengan Sebangau, sungai Mentawai (Katingan) dan sungai Mentayu. Jika terusan ini dapat diselesaikan maka sudah 6 sungai dapat dihubungkan. Jalan darat selain rehabilitasi dan peningkatan mutu jalan-jalan yang sudah ada, juga mengusahakan pembukaan jalan darat baru. Wilayah pembangunan bagian tengah dengan pusat pengembangan Sampit meliputi wilayah aliran sungai Katingan, Mentaya dan Seruyan, daerah ini juga telah berkembang dengan baik di bidang ekonomi terutama dalam hal pengusahaan hutan.