FUNGSI KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI KALIMANTAN TENGAH

Pengarang: 

TIMOTEUS NUSAN, S. HAPOSAN SIRAIT, TESMAN T. KANDRID, ULI H. SITORUS

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 

Tahun Terbit: 

1996

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Tengah
Rak: 

KSK - 306.87 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
122

Khusus untuk daerah Kalimantan Tengah bentuk dan struktur keluarga cenderung membentuk keluarga yang luas, yaitu ibu, bapak, anak-anak paman bibi dan kakek-nenek. Bentuk dan struktur keluarga yang demikian dilatarbelakangi oleh sosial dan politis di jaman penjajahan. Mereka suka hidup mengelompok, saling bahu-membahu, dan tolong menolong, serta tinggal suatu rumah panjang yang dikenal dengan sebutan Betang. Masyarakat suku Desa Ngaju sangat menonjolkan sistem kekerabatan, hubungan baik antar sesama anggota keluarga maupun dengan orang lain sangat baik dan meluas. Dengan adanya sistem kekerabatan yang sangat meluas ini memberikan ruang gerak kegiatan tolong menolong antar sesama menjadi sikap budaya yang dibanggakan. Sistem kekerabatan yang umum dianut oleh suku Dayak Nganju adalah sistem parental-birateral. Dalam sistem ini anak laki-laki dan anak perempuan memiliki kedudukan yang sama. Perkawinan dapat saja berlangsung baik dari keturunan pihak bapak, maupun keturunan dari pihak ibu. Peran ayah dalam keluarga adalah sebagai kepala rumah tangga yang mengatur segala sesuatu kegiatan dalam keluarga. Maju mundur keadaan keluarga lebih banyak bergantung kepada peran seorang ayah. Peran ibu masyarakat suku Dayak Ngaju bersifat ganda, yaitu sebagai pendidik utama dan juga ikut serta dalam mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Peran anak sangat dibutuhkan oleh keluarga dalam ikut serta mendukung ekonomi keluarga, demi mencapai keluarga yang bahagia dan sejahtera. Sumber daya manusia dalam keluarga adalah sumber daya yang dimiliki oleh anggota keluarga, masyarakat yang menyangkut tingkat pendidikan, mata pencaharian, penghasilan, kemampuan dan karya-karya dalam keluarga. Tingkat pendidikan anggota keluarga ikut menentukan sumber daya manusia dalam keluarga.