FILM DAN MASYARAKAT

Pengarang: 

KUS PUDJIATI

Penerbit: 

PUSAT PENGEMBANGAN PERFILMAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

2019

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

RKE - 791.430.1 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-61985-6-3

Jumlah Halaman: 
119

Salah satu hal penting yang bagaimanapun tidak mungkin dilepaskan dari film adalah masyarakat. kaitan yang erat antara film dan masyarakat pada dasarnya berasal dari karakteristik medium film itu sendiri, yang selalu saja berhubungan dengan orang banyak. Dari sisi pembuatannya saja, film sudah berurusan dengan masyarakat. Kemudian setelah film tersebut selesai dibuat, tentunya hasil karyanya dapat tersebar dan dapat dinikmati oleh khalayak umum yang jumlahnya tidak terbatas. Hal ini sekali lagi menandakan bahwa film sebagai karya seni tidak memiliki karakter eksklusif yang jumlah penikmatnya lebih terbatas. Jika kita perhatikan kembali, ternyata perkembangan teknologi media baru dan pergeseran ruang menonton film kesemuanya bergerak ke arah yang sama, yakni individualisasi film. Pemutaran film tidak dapat lagi sepenuhnya dianggap sebagai tindakan kolektif dari masyarakat film, yang disebut dengan penonton. Hadirnya media baru mampu mengubah kebiasaan kolektif tersebut menjadi tindakan individual atau pribadi, karena individu-individu ini mempunyai kebebasan sepenuhnya dalam menentukan tayangan apapun yang ingin ia tonton termasuk film dan kapan waktu yang tepat untuk menontonnya. Apabila seseorang ingin menonton film, ia tidak lagi harus mengikuti jadwal peredaran dan jadwal pemutaran film di bioskop.