ETNOGRAFI MASYARAKAT DESA RANDUALAS : KAJIAN BUDAYA SANTETAN-JAGONG

Pengarang: 

EMILIANA SADILAH, MUDJIJONO, NOOR SULISTYO BUDI

Penerbit: 

BPNB YOGYAKARTA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Jawa Timur
Rak: 

TDK - 392 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-979-8971-47-1

Jumlah Halaman: 
110

Keberadaan santetan-jagong di Desa Randualas nampaknya akan tetap bertahan meski telah mengalami perubahan. Keberadaannya akan tetap dipertahankan karena masyarakat masih percaya akan nilai-nilai yang terkandung dalam hajatan santetan-jagong. Nilai budaya sebagai warisan leluhur mereka tetap diyakini sebagai suatu yang membawa kebaikan dan keselamatan dalam kehidupan mereka. Masyarakat Randualas, seperti masyarakat Jawa pada umumnya, masih tetap menjunjung tinggi nilai gotong royong atau saling bantu membantu, dan mereka wujudkan dalam hajatan santetan-jagong. Mereka juga senantiasa memelihara relasi sosial yang baik dan saling balas membalas yang diwujudkan. Niat untuk mempertahankan budaya atau tradisi ini mendorong mereka untuk berusaha sekuat tenaga menyelenggarakan hajatan meski kurang mampu. Akibatnya masyarakat yang menyelenggarakan hajatan tersebut terpaksa harus mencari utang atau pinjaman, yang cenderung membebani hidup di kemudian hari. Karena itu perspektif sosial budaya harus tetap penting untuk digunakan bahkan diintegrasikan dengan perspektif ekonomi politik untuk memahami keberadaan budaya santetan-jagong secara lebih utuh.