ESAGENANG VOL 7 NO 13 FEBRUARI 2009

Pengarang: 

MAGDALENA J. SUMARAUW

Penerbit: 

BPSNT MANADO

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tengah
Rak: 

9.1 (JP)

ISSN/ISBN: 

1693-1351

ESAGENANG VOL.7 NO 13 FEBRUARI 2009

Jurnal Esagenang ini terbit setiap 6 (enam) bulan sekali yakni bulan Februari dan Agustus. PadaVol. 7 No 13 Februari 2009 ini berisi 4 (empat) judul penelitian, judul, yaitu : 1) Kesenian Tradisional Suku Bangsa Kaili di Propinsi Sulawesi Tengah oleh Magdalena J. Sumarauw penelitian tahun 2008. Dari sekian banyak peralatan musik yang dihasilkan, ada beberapa alat musik yang masih bertahan keberadaannya dan digunakan masyarakat sampai sekarang antara lain gimba (gendang besar), ganda (gendang berukuran sedang dan kecil), dan lalove (suling). Peralatan tersebut digunakan baik dalam upacara tradisional juga telah dikembangkan sebagai pengiring tarian (yang dikreasikan) dan lagu syair daerah Kaili. Budaya Islam juga turut mempengaruhi bentuk kesenian rakyat etnis Kaili yang mayoritas beragama Islam yaitu dengan dikembangkannya alat kesenian maruwasi, rabana, kacapi dan gambusu. 2) Peran Lagu-Lagu Daerah Gorontalo Dalam Pemertahanan Nilai Budaya Lokal oleh Estefien Katuuk penelitian tahun 2008. Lagu-lagu daerah Gorontalo secara keseluruhan memiliki fungsi dan misi penting dalam rangka pemertahanan nilai budaya lokal. Pada hakekatnya syair dalam lagu tersebut mengandung konsep mengenai apa yang ada dalam pikiran masyarakat Gorontalo, yang dianggap bernilai dan urgen dalam hidup. 3) Potret Petani Tanaman Hias di Kakaskasen Dua Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara oleh Joyly R.R Rawis penelitian tahun 2007. Kelurahan Kakaskasen Dua memiliki komunitas penduduk yang berusaha di bidang tanaman bunga/hias terbesar dan satu-satunya di daerah Sulawesi Utara. Potensi ini dijadikan ikon Kota Tomohon dengan julukan Kota Bunga (flower city). Penduduknya sudah lama menekuni aneka tanaman bunga sejak zaman pendudukan Belanda, sehingga terdapat beberapa jenis bunga yang disebutkan sebagai warisan peninggalan. 4) Seni Pertunjukan Etnis Gorontalo oleh Anneke J.Suoth penelitian tahun 2008. Tidi atau tari adalah seni masyarakat Gorontalo yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan tarian lain. Isi pesan dalam tari tidi memiliki nuansa religius, sebagai penanda bahwa pada hakekatnya Tidi merupakan tari yang bernuansa religius yang didalamnya terdapat keterikatan dengan syari’at Islam, sebagaimana masyarakat Gorontalo memiliki keyakinan sebagai pemeluk agama Islam. Selain itu pada semua tari tersebut terdapat juga totalitas nilai etika dan estetika dalam semua Tidi. Dan ada beberapa juga memiliki nilai kebersamaan, cinta tanah air dan emansipasi.