EKSISTENSI EKS BANDARA MALUKA DALAM SEJARAH KOLONIAL DI KALIMANTAN SELATAN DAN REFLEKSINYA PADA MASA KINI

Pengarang: 

HENDRASWATI

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KTI - 959.8 (950-959)

ISSN/ISBN: 

978-602-1202-37-1

Jumlah Halaman: 
100

Eks Bandara Maluka merupakan salah satu dari sekian banyak peninggalan bersejarah yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. Seperti namanya, Eks Bandara Maluka terdapat di Desa Maluka (sekarang Maluka Baulin) Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut. Bandara yang terletak kira-kira 2,5 km dari bibir pantai Laut Jawa ini dibangun pada awal-awal pendudukan Jepang di Kalimantan Selatan (1942). Pembangunan Bandara dilakukan oleh Kinrohosi dan Romusha. Selain membangun Bandara Maluka, Jepang juga memperbaiki lapangan terbang Kanres daerah Dayu Ampah, dan lapangan terbang Ulin di daerah Banjarbaru. Tujuan pembangunan bandara/lapangan terbang ini adalah sebagai sarana pertahanan Jepang untuk menghadapi serangan Sekutu. Dengan adanya lapangan terbang di beberapa tempat, pihak Jepang berharap dapat dijadikan landasan pacu bagi pesawat-pesawat tempurnya. Setelah Jepang meninggalkan Kalimantan Selatan bandara ini praktis tidak terpakai lagi, karena di Banjarbaru sudah ada bandara yang lebih besar yang dibangun lebih dahulu daripda bandara Maluka, yaitu Bandara Syamsudin Noor yang terletak di Kota Banjar Baru. Akhirnya eks Bandara Maluka kini dikembangkan oleh TNI Angkatan Udara untuk dipergunakan sebagai lapangan tembak dari udra ke darat (Air Weapon Range /AWR) untuk pesawat-pesawat tempur yang kemudian diberi nama AWR Dwi Harmono.