DUA WAJAH KOTA MARTAPURA 1826-1942 STUDI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI KOTA

Pengarang: 

DANA LISTIANA, S.S

Penerbit: 

BPSNT PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

978-602-8451-32-1

Jumlah Halaman: 
106

Perubahan sosial di Kota Martapura dalam kurun waktu 1826 hingga 1942 tergolong ke dalam perubahan sosial yang disengaja (intended change). Adapun pemerintah kolonial Belanda adalah pelopor perubahan yang mengubah ideologi politik dasar masyarakat di wilayah Kesultanan Banjar dengan menghapus Kesultanan Banjar yang berarti menghapus landasan ideologi yang dianut masyarakat Banjar selama ini. Namun dalam proses perubahan sosial ekonomi kaum saudagar hajilah yang menjadi agen perubahan. Meletusnya Perang Banjar mengakibatkan Belanda melakukan tindakan tegas dan keras kepada masyarakat sehingga perubahan sosial terjadi secara cepat melalui tindakan represif. Pertemuan dua budaya yang berbeda tersebut telah mengubah budaya masyarakat dengan cepat terutama menginjak awal abad ke-20. Perubahan yang dihasilkan menyangkut berbagai bidang baik pemerintahan, fisik kota, maupun sosial-ekonomi diantaranya (1) perubahan struktur birokrasi menjadi birokrasi kolonial di Hindia Belanda yang menganut sistem dualisme dimana pemerinta kolonial berdampingan dengan pegawai pribumi sebagai kaki-tangannya; (2) perubahan ekologi; (3) perubahan sistem sosial yang terlihat dari perubahan hubungan antara lembaga masyarakat, dll; (4) perubahan orientasi ekonomi masyarakat tidak lagi bertumpu dan berfokus pada Kesultanan.