DONGENG DARI NAGARI SARILAMAK

Pengarang: 

MAYA LESTARI GF, LARASPUTRI SETYAWATI

Penerbit: 

DIREKTORAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME DAN TRADISI

Tahun Terbit: 

2017

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

CRA - 398.23 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-6477-52-1

Jumlah Halaman: 
40

Buku ini menceritakan tentang Nagari Sarilamak, yaitu sebuah kampung yang indah di Sumatera Barat. Kampung ini berada di tengah Lambah Harau yang sangat indah. Asal mula Nagari Sarilamak ini bemula dari pada zaman dahulu ada seekor belut yang sangat besar, dn belut itu kerap menganggu para pencari kayu, orang yang akan pergi ke sawah, dan ibu-ibu yang akan mengambil air di sungai. Suatu ketika, ada anak lelaki pincang yang ingin menangkap belut itu, tetapi masyarakat malah mentertawakannya. Tapi ia tidak perduli, akhirnya lelaki pincang itu pergi ke benteng bukit batu Lembah Harau untuk mengambil dan memasang ceruk yang diisi dengan udang. Tak berapa lama belut tersebut tertangkap. Belut itu kemudian dimasak di sebuah tanah lapang oleh penduduk dan dimakan beramai-ramai. Setiap kali memakan seiris daging belut, orang-orang berkata “Sairihlamak”, yang artinya seiris enak. Akhirnya daerah itu diberi nama Sarilamak, yang berasal dari kata sairih lamak. Selain bercerita tentang Nagari Sarilamak, buku ini juga mengisahkan Syekh Taram, seorang ulama terkenal yang menyebarkan agama Islam di Taram, tak jauh dari Nagari Sarilamak.