DO KARIM SASTRAWAN TRADISI HIKAYAT

Pengarang: 

SUDIRMAN

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2020

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

BSL - 928

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-97-1

Jumlah Halaman: 
24

Do Karim dengan nama aslinya Abdul Karim, satu diantara sejumlah sastrawan yang mengambil peran perlawanan terhadap kolonial Belanda melalui jalur sastra, khususnya Hikayat Perang yang bertujuan untuk memompa semangat para pejuang Aceh ked an di medan juang. Do Karim adalah sosok pejuang Aceh yang memilih jalur sastra hikayat yang sesuai dengan jiwa zamannya, dimana pada saat itu salah satu kesenian yang sangat digemari masyarakat adalah menonton pagelaran hikayat di berbagai daerah yang ditampilkan oleh figure-figur yang melegenda, sekelas Teungku Chik Pante Kulu, dan sebagainya. Do Karim adalah seorang sastrawan  Aceh yang fundamental, karena banyak mengarang hikayat-hikayat dan syair. Beliau juga dikenal sebagai sosok yang multidimensional, dalam artian dia sebagai anak manusia serba bisa. Do Karim sangat ahli dan mahir dalam berpidato dan pengetahuannya yang luas tentang bahasa daerah dalam bentuk prosa, puisi, dan pantun. Oleh karena itu, sisi yang unik dari kesastrawanan beliau adalah dia mampu menyampaikan pesan-pesan moral dalam bahasa yang komunikatif dengan masyarakat Aceh, yaitu lewat bahasa sastra, berupa syair dan hikayat. Kecintaan Do Karim terhadap tanah Aceh dan Islam demikian besar. Salah satu hikayatnya yang sarat denagn pesan-pesan moral adalah hikayat yang berjudul “Prang Kompeuni”.