DINAMIKA TERBENTUKNYA KOTA BANJARBARU

Pengarang: 

HENDRASWATI

Penerbit: 

BPNB PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2011

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

KSE - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

602-8451-52-5

Jumlah Halaman: 
126

Pembentukan Kota Banjarbaru diawali dari ide Gubernur Provinsi Kalimantan, dr. Murjani di awal tahun 1951 untuk mendapatkan tempat yang sesuai sebagai ibukota Provinsi Kalimantan. Dari sini dimulailah pembangunan Banjarbaru dari yang semula bernama Gunung Apam pada tahun 1953, dimulai dari pembangunan kantor-kantor instansi pemerintah dan perumahan pegawai. Pada tahun 1954, Gubernur mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri untuk menyetujui pemindahan ibukota provinsi dari Banjarmasin ke Banjarbaru. Ternyata usul tersebut belum mendapat respon, apalagi dengan adanya pemecahan Provinsi Kalimantan menjadi empat provinsi. Namun demikian, usaha untuk menjadikan Banjarbaru menjadi sebuah ibukota provinsi terus upayakan. Pertama yang dilakukan adalah menjadikan Banjarbaru yang tadinya berbentuk kampung/desa ditingkatkan menjadi kecamatan tahun 1959. Usaha terus dilanjutkan hingga tahun 1966, Gubernur Kalsel memutuskan membentuk Kantor Persiapan Kotamadya Banjarbaru yang diresmikan tanggal 21 Mei 1966. dari Kantor Persiapan inilah akhirnya pada tahun 1968 ditingkatkan statusnya menjadi Daerah Kotamadya Administratif Banjarbaru yang baru tahun 1975 melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 1975 resmi berstatus sebagai Kota Administratif Banjarbaru. Dan pada masa jabatan Walikota Akhmad Fakhrulli lah berhasil membawa Kota Banjarbaru menjadi Kotamadya Banjarbaru berdasarkan Undang-Undang No. 9 tahun 1999, yang kemudian istilah Kotamadya dirubah dengan istilah Kota berdasarkan Undang-Undang No.22/1999. Hingga akhirnya terbentuklah Kota Banjarbaru sampai sekarang.