DINAMIKA HUBUNGAN MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH

Pengarang: 

AJISMAN, JUMHARI, ERRICSYAH, EFRIANTO

Penerbit: 

BPSNT PADANG PRESS

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

SUA - 959.8 ( 950-959)

ISSN/ISBN: 

978-979-9388-99-5

Jumlah Halaman: 
140

Dinamika Hubungan Minangkabau dan Negeri Sembilan Dalam Perspektif Sejarah adalah sebuah negeri yang berada di daerah pedalaman pelabuhan Malaka. Pada masa kejayaan Malaka, banyak orang Minangkabau yang berdagang di Bandar tersebut. Orang Minangkabau baru memegang peranan pada abad ke 15 setelah mereka memerintah di Negeri Sembilan. Kerajaan-kerajaan kecil selalu diganggu oleh orang Bugis sehingga berlindung di bawah Raja Johor. Namun pemerintahan Raja Johor tetap berada di tangan orang Minangkabau. Kondisi yang selalu diganggu mengakibatkan Johor tidak mampu mengendalikan semua wilayah kerajaan termasuk Negeri Sembilan sehinga minta bantuan kepada Pagaruyung. Faktor tersebutlah yang menyebabkan Negeri Sembilan mempunyai hubungan dengan Minangkabau sebab raja-raja yang memerintah di negeri ini berasal dari Minangkabau. Secara resmi, hubungan Minangkabau dengan Negeri Sembilan tercatat sejak 1773, ditandai munculnya raja pertama di Negeri Sembilan, yakni Raja Melewar, moyang orang Minangkabau yang berasal dari Pagaruyung. Hubungan Minangkabau dengan Negeri Sembilan khususnya, kembali terjalin setelah kedua negera telah mencapai kemerdekaan. Indonesia merdeka setelah dijajah oleh Belanda sedangkan Malaysia di jajah oleh Inggris. Hubungan inidiawali dengan terjadinya saling berkunjung antara pejabat pemerintahan di Sumatera barat dengan Pejabat pemerintahan yang ada di Negeri Sembilan.