DIASPORA KOMUNITAS FIND DI SENGGI KABUPATEN KEEROM (STUDI TERHADAP STRATEGI KOMUNITAS FIND DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI)

Pengarang: 

SABERIA DAN ANA MARIA FATIMAH PARERA     

Penerbit: 

BPNB JAYAPURA-PAPUA

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

KET - 307.7 300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-072-1

Jumlah Halaman: 
104

Keberadaan komunitas atau masyarakat Find ini, awalnya menempati tempat atau hak ulayat mereka masing-masing setiap marga/keret. Akan tetepi setelah masuknya Belanda di Papua, yakni melalui Injil mereka mulai hidup menempati satu tempat atau kampung. Walaupun demikian, mereka juga beberapa kali berpindah-pindah tempat atau kampung. Perpindahan mereka dari satu kampung ke kampung lainnya karena beberapa alasan, yaitu kampung yang mereka sebut lalepet ke kembeliaka, dari kembeliaka mereka pindah ke ujunglapangan terbang, maka Injil mulai masuk ke situ, nama tempatnya adalah amid. Setelah itu, maka kampung dipindahkan lagi didekat lapangan sepak bola, kemudian dipindahkan pemerintah didekat SD Senggi tahun 1986, karena adanya perkembangan perkampungan. Komunitas atau masyarakat Find, merupakan salah satu suku/etnis asli Senggi yang mendiami daerah Senggi. Daerah Senggi pada saat sekarang sudah banyak terjadi perubahan dan perkembangan yang lebih maju. Ini karena telah dilakukan perbaikan sarana dan infrastruktur, masuknya masyarakat pendatang melalui jalur transmigrasi, dan masuknya injil. Adanya pembauran menyebabkan masuknya berbagai hal, maka untuk tetap mempertahankan tradisi dan budaya yang dimiliki etnis Find, cara yang dilakukan adalah dengan adaptasi tanpa harus meninggalkan kebudayaan mereka, dan sosialisasi, serta akulturasi. Dengan begitu, etnis Find tetap dapat mempertahankan tradisi dan kebudayaan mereka ditengah derasnya arus globalisasi, dengan tingginya industri dan masyarakat yang bersaing untuk dapat hidup yang lebih baik.