DARI DESAIN KEBAYA HINGGA MASYARAKAT ADAT RAJA AMPAT

Pengarang: 

TIM PENYUSUN

Penerbit: 

OMBAK

Tahun Terbit: 

2018

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

PMP - 306.4 (300-309)

ISSN/ISBN: 

602-258-507-4

Jumlah Halaman: 
398

Dalam membahas isu-isu lokal dalam kaitannya dengan yang global, sejumlah makalah didalam buku ini mewarisi tradisi berpikir yang melihat bahwa yang global itu sama dengan yang imperial. Dalam konteks dipahami sebagai imperialisme, dalam arti arus pengaruh satu arah dari pusat (yang mungkin masih dibayangkan bersifat tunggal) ke pinggiran-pinggiran. Ini berarti, yang di pinggiran atau lokal itu dibayangkan merupakan agen-agen pasif dalam keterpaparannya dengan yang global. Jika sejarah budaya masyarakat dibaca dengan perspektif yang membebaskan diri dari paradigm budaya esensialis, niscaya akan bisa melihat bahwa yang lokal itu tidak selalu sepenuhnya dalam posisi subordinat. Sekecil apapun daya yang tersisa, yang lokal itu niscaya memiliki semacam daya siasat, atau bahkan negosiasi terhadap yang global, yang lokal, yang diasumsikan dalam posisi dominatif. Daya-daya negosiatif itulah yang pada gilirannya mendorong langkah-langkah apropriasi, yakni adopsi budaya yang dominan secara kritis dan selektif, sedemikian rupa sehingga proses hibridisasi terus berlangsung.