DAMPAK URBANISASI TERHADAP POLA KEGIATAN EKONOMI PEDESAAN INDRAMAYU

Pengarang: 

DRA. SRI SAADAH SOEPONO

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1992

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

2.3(300-31

DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DI DAERAH TIMOR TIMUR

Kemajuan-kemajuan yang dilaksanakan di Indramayu tersebut berkat adanya kontak dan interaksi dengan budaya luar berikut teknologinya yang sudah modern. Pembangunan secara fisik memang bisa dilihat tapi pembangunan mental spiritual tergantung sejauh mana seseorang dapat memberikan respons positif terhadap masalah-masalah yang timbul dewasa ini sebagai gejala modernisasi. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di lokasi penelitian, terjalin kerukunan di antara warganya. Golongan yang status ekonominya lebih baik tidak segan-segannya memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, begitu pula sebaliknya, yang merasa lemah ekonominya bersedia memberikan tenaganya tanpa harus diminta. Para urbanis dapat digolongkan menjadi tiga kategori. akan tetapi kategori ketiga yakni urbanis ulang alik tidak ditemui di lokasi penelitian. Mereka yang setiap hari bekerja di luar desanya, hanya terbatas pada desa tetangganya atau ibukota kecamatan. Para urbanis yang sudah melewati waktu lebih dari 10 tahun dan memiliki pekerjaan yang tetap bahkan sudah membangun rumah di kota, dapat dikategorikan sebagai urbanis menetap. Urbanis menetap ini yang dijadikan sebagai salah satu faktor penarik masyarakat pedesaan untuk mengikuti jejaknya. Melihat keberhasilan dalam usahanya membulatkan tekad pengikut-pengikutnya, apalagi jika mereka merasa selama bertahun-tahun pergi ke kota, keadaan hidupnya belum ada perubahan. Keadaan ekonomi mereka semakin morat-marit, hutang pun di mana-mana. Urbanis menetap pada umumnya mereka berada di kota semenjak usia belasan tahun atau masih usia remaja (belum berkeluarga), tidak jarang yang mendapat jodoh di kota. Lain halnya dengan urbanis musiman (menetap sementara) yang berada di kota kurang dari sepuluh tahun, frekuensi kepulangan lebih tinggi, sekalipun mereka sudah mempunyai pekerjaan yng lebih baik di kota akan tetapi pertanian tetap merupakan matapencaharian utamanya sekalipun hasilnya tidak bisa diandalkan. Dalam hal ini urbanisasi telah membawa dampak positif bagi keluarga yang bersangkutan, dan makin luas lagi adalah pengaruh bagi masyarakat di mana dia berada. Di samping dampak positif sebagaimana dikemukakan di atas, urbanisasi telah pula membawa dampak negatif yang perlu diperhatikan secara serius, sebab kalau tidak akan membawa permasalahan besarbagi masyarakat yang bersangkutan.Baik urbanisasi menetap maupun musiman (menetap sementara), keterikatan kepada daerah asalnya masih kuat.Terbukti dari komunikasi yang berjalan lancar dan berpengharapan untuk menghabiskan masa tua di daerah asalnya.