DAMPAK SOSIAL BUDAYA AKIBAT MENYEMPITNYA LAHAN PERTANIAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH

Pengarang: 

DRS. ADNAN ABDULLAH

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1986/1987

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

2.3(300-31

DAMPAK SOSIAL BUDAYA AKIBAT MENYEMPITNYA LAHAN PERTANIAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWAACEH
Masalah penyempitan lahan pertanian di lingkungan pemukiman Pineung pada dasarnya merupakan persoalan pilihan di antara beberapa kemungkinan yang dipandang lebih menguntungkan. Kemungkinan pilihan pertama, adalah tetap mempertahankan lahan yang masih tersisa untuk kegiatan usaha tani. Kemungkinan pilihan lain, adalah mengalihkan lahan yang masih tersisa menjadi sarana dan prasarana yang bisa mendatangkan kefaedahan ekonomi, seperti membangun tokoatau rumah sewa. Dampak relatif yang cukup berarti akibat menyempitnya lahan pertanian di Pineung, adalah semakin bertambah pentingnya pekerjaan sambilan dan pekerjaan-pekerjaan lain yang bersifat pelayanan dalam komposisi pendapatan keluarga. Menyempitnya lahan pertanian menimbulkan perubahan struktur ekonomi keluarga. Sebaliknya, interaksi sosial dalam wujud persaingan dan konflik (bahkan kriminalitas) semakin tampil ke permukaan kehidupan bersama. Begitu pula dengan adat kebiasaan setempat, upacara-upacara dan kesenian, juga turut mengalamipergeseran yang amat berarti. Nilai-nilai lama mulai dirasakan kurang memuaskan, sementara nilai-nilai baru masih belum melembaga. Itulah kiranya dilema yang dihadapi masyarakat Pineung dewasa ini.