DAMPAK SOSIAL BUDAYA AKIBAT MENYEMPITNYA LAHAN PERTANIAN KELURAHAN PELAMBUAN PROPINSI KALIMANTAN SEL

Pengarang: 

DRS. H. RAMLI NAWAWI, DKK

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KALSEL

Tahun Terbit: 

1993/1994

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Selatan
Rak: 

2.3(300-31

DAMPAK SOSIAL BUDAYA AKIBAT MENYEMPITNYA LAHAN PERTANIAN KELURAHAN PELAMBUAN PROPINSI KALIMANTAN SELATAN

Terjadinya penyempitan lahan pertanian karena tuntutan pembangunan dan perkembangan suatu lingkungan, tidak menurunkan semangat warga tani di lingkungan bersangkutan untuk tetap mengusahakan sisa lahan pertanian mereka yang masih ada. Terjadilah penyempitan lahan ditambah adanya gangguan pencemaran yang menyebabkan merosotnya hasil yang diperoleh, maka usaha untuk memanfaatkan lahan sisa ini ditempuhlah sistem tanaman kombinasi atau dilakukan penanaman apa saja yang dapat menghasilkan. Pengalihgunaan sisa lahan akibat penyempitan, terjadi meliputi berbagai keperluan dan kemungkinan yang dapat dilakukan. Mobilitas fisik warga tani terjadi pula akibat penyempitan lahan ini. Masalah yang berkaitan dengan perubahan struktur rumah tangga, timbul dari penyempitan lahan yang mengakibatkan menurunnya pendapatan atau berkurangnya volume dan jenis pekerjaan bidang pertanian. Menyempitnya lahan pertanian, bahkan dibengkalaikannya sisa lahan penyempitan, menimbulkan situasi di mana banyak orang mencari kerja. Penyempitan lahan pertanian tidak melunturkan kebiasaan gotong royong yang sudah berakar kuat di masyarakat.