DAMPAK SISTEM PEMERINTAHAN DESA TERHADAP KESATUAN MASYARAKAT NAGARI DI SUMATERA BARAT

Pengarang: 

DRS. REFISRUL

Penerbit: 

DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2001

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

3.5(320-32

ISSN/ISBN: 

979-9388-14-7

DAMPAK SISTEM [EMERINTAHAN DESA TERHADAP KESATUAN MASYARAKAT NAGARI DI SUMATERA BARAT

Nagari merupakan kesatuan social yang menjadi cirri khas masyarakat Minangkabau. Keberadaan Nagari bagi masyarakat Sumatera Barat (Minangkabau) adalah sangat penting terutama bagi pelestarian nilai-nilai dan norma social masyarakat yang telah berlaku secara turun temurun. Dampak yang ditimbulkandari perubahan system pemerintahan nagari menjadi desa terhadap kesatuan masyarakat nagari dapat dilihat dari beberapa hal yang berhubungan dengan kehidupan social budaya masyarakat nagari yakni : Sistem otoritas tradisional, Sistem sosial tradisional, Sistem pemilikan tanah dan penguasaan tanah, Sistem musyawarah, Rasa persatuan dan solidaritas sosial, Partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Hal-hal tersebut diatas merupakan dampak negative yang ditimbulkan dari sistem pemerintahan desa terhadap kesatuan masyarakat nagari di daerah Sumatera Barat. Disamping itu dilihat dari segi fisik diakui pula terdapat beberapa dampak yang bersifat positif, seperti : Dengan adanya desa sebagai unit pemerintahan menyebabkan pemerintah lebih bisa menjangkau masyarakat dan mengetahui persoalan dalam masyarakat, Dana atau bantuan dari pemerintah semakin banyak untuk nagari dan hasil pembangunan bias dirasakan langsung oleh masyarakat, Masyarakat dalam hubungan atau mengurus sesuatu dapat secara langsung kepada pemerintah desa dan urusan menjadi lebih mudah.