DAMPAK PERKEBUNAN SAWIT TERHADAP MASYARAKAT DI KABUPATEN MUARA JAMBI PROPINSI JAMBI

Pengarang: 

NOVENDRA

Penerbit: 

BPSNT TANJUNGPINANG

Tahun Terbit: 

2007

Daerah/Wilayah: 
Jambi
Rak: 

2.3(300-31

ISSN/ISBN: 

978-979-1281-12-6

DAMPAK PERKEBUNAN SAWIT TERHADAP MASYARAKAT DI KABUPATEN MUARA JAMBI PROPINSI JAMBI
Perkebunan sawit di MuaroJambi berdasarkan bentuk pengelolaannya dapat dibedakan dalam beberapa bentuk, yaitu : Perkebunan rakyat, Perkebunan negara, Perkebunan swasta. Dengan memperhatikan penghasilan dari perkebunansawit, di satu sisi pada dasarnya relative dapat mensejahterakan masyarakat di sekitar perkebunan, baik yang terlibat langsung maupun tidak. Bentuk usaha perkebunan yang bervariasi memungkinkan petani biasa memiliki kesempatan untuk dapat mempunyai lahan perkebunan sendiri atau menjadi pengusaha perkebunan. Dampak negatif yang terungkap dari aktivitas perkebunan kelapa sawitdiantaranya : Persoalan tata ruang, Pembukaan lahan sering kali dilakukan dengan caratebang habis dan land clearing, Kerakusan unsur hara dan air tanaman monokultur, Munculnya hama migran baru yang sangat ganas, Pencemaran yang diakibatkan oleh asap hasil dari pembukaan lahan dengan cara pembakaran dan pembuangan limbah, Terjadinya konflik horizontal dan vertikal akibat masuknya perkebunan kelapa sawit, Praktek konversi hutan alamuntuk pembangunan perkebunan kelapa sawit seringkali menjadi penyebab utama bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Tak dapat dipungkiri, perkebunan sawit di Muara Jambi saat ini cukup memberi peluang ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitarnya, demikian juga bagi masyarakat pendatang, termasuk pendatang yang berasal dari Jawa.