DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI TERHADAP SISTEM PERTANIAN TRADISIONAL PADA MASYARAKAT ALAS

Pengarang: 

CUT ZAHRINA

Penerbit: 

BPSNT BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

4.1(330-33

ISSN/ISBN: 

978-979-9164-86-5

DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI TERHADAP SISTEM PERTANIAN TRADISIONAL PADA MASYARAKAT ALAS


Dampak modernisasi terhadap sistem pertanian tradisional, pada masyarakat Alas telah mengalami beberapa perubahan. Perubahan yang terjadi terutama pada aspek social masyarakat dan peralatan-peralatan pertanian dengan mengandalkan perkembangan teknologi modern. Hal utama yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam sistem pertanian tradisional masyarakat Alas adalah pada pola kerja. Bagi masyarakat suku Alas, perubahan pola kerja dalam pengolahan sawah tercermin dari tahapan kerja yang dilakukan masyarakat atau petani setempat pada masa dahulu dan sekarang. Pada masa dahulu, tahapan kerja dalam pengolahan sawah dari awal sampai pasca panen adalah petekhang pakhik, khemabi, ngobo, nenggale, ngekhemei benih, nabukhi benih, matas, nuwan bibit, khemuwah, ngakhit, mebinuh dan ngikhik. Sedangkan pada masa sekarang terdiri dari menyemai benih, membajak dengan mesin, menanam, memupuk, basiang, menyabit, merontok dengan mesin perontok gabah, menjemur dan menggiling padi di huller.