DAMPAK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI JAWA BARAT (STUDI KASUS MASYARAKAT DESA MAJASETRA DI KECAMATAN MAJALAYA, KABUPATEN BANDUNG)

Pengarang: 

DJUARIAH M. UTJA, SAEFULLAH ZAKARIA, BUDIAWATI DJOHAN, ADENG, HERU ERWANTORO, ENDEN IRMA K, YETI TRESNAWATI, TJETJEP ROSMANA, DEDI S. ARIFIN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1994/1995

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

PDP - 370.303.4 (370-379)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
88

Pembangunan bidang industri pada umumnya telah mengurangi lahan usaha bidang pertanian, karena lahan dipergunakan untuk perluasan pabrik dan usaha lain yang mengikutinya. Perubahan kehidupan pokok dari pertanian ke industri telah mendorong warga masyarakat untuk mengikuti derap pembangunan ini antara lain dengan cara meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan. Orang-orang yang memiliki perusahaan tekstil di Majalaya umumnya tidak mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup. Hanya beberapa orang saja yang mempunyai pendidikan formal. Pada waktu itu memang tidakperlu dituntut kepandaian tinggi yang utama adalah terampil. Pada awalnya pengusaha-pengusaha Majalaya yang berhasil di bidang ekonomi bukan karena memiliki pengetahuan yang diperoleh dari sekolah melainkan dari pengalaman langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Para orang tua beranggapan bila mereka yang tidak memiliki pendidikan formal cukup tinggi mampu hidup seperti sekarang, bahkan ada diantara mereka yang ada menjadi pengusaha, petani kaya, dan lain-lain. Dampak dari pembangunan pendidikan ini, dapat dirasakan langsung terutama oleh keluarga-keluarga yang anak-anaknya sudah menjadi orang. Dampak lain dari pembangunan pendidikan terhadap kehidupan keluarga, diantaranya mereka mampu memilih adat kebiasaan mana yang perlu dipertahankan dan yang perlu disingkirkan. Dalam pada itu dampak lain dari pembangunan pendidikan dan terutama meningkatnya arus media massa ke semua pelosok adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya terutama di kalangan remaja. Dampak yang negatif misalnya dalam tata cara berpakaian, berbicara, dan penampilan, dewasa ini akan sulit membedakan mana anak perempuan dan mana anak laki-laki. Sebaliknya dampak yang positif, dengan pesatnya pembangunan pendidikan di segala bidang telah mendorong anak-anak pedesaan untuk berprestasi, jauh melebihi prestasi orang tua mereka.