DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP SOSIAL BUDAYA DAERAH BENGKULU

Pengarang: 

DRS. R. FIRMANSYAH

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1994/1995

Daerah/Wilayah: 
Bengkulu
Rak: 

2.3(300-31

DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP SOSIAL BUDAYA DAERAH BENGKULU

Para peladang, nelayan dan petani sawah masyarakat desa Pasar Ipuh dan Medan Jaya masih mempertahankan pola tradisional. Mayoritas kehidupan masyarakat desa Pasar ipuh dan Medan Jaya adalah bertani dan nelayan. Masyarakat didesa Pasar Ipuh dan Medan Jaya dalam mengelola pertanian dan nelayan mayoritas dengan menggunakan modal sendiri, walaupun sebagian kecil ada yang berusaha meminjam pada BBK, BRI dan BBD. Dengan adanya kenyataan kehidupan masyarakat yang demikian, maka pihak pemerintah setempat (kecamatan) berusaha akan meningkatkan kehidupan masyarakat. Pemerintah setempat juga telah mengusahakan agar pendistribusian atau pemasaran hasil para petani dan nelayan dapat berjalan dengan lancar, maka dibangunlah sebuah pasar di Ipuh, yang tepatnya di desa Medan Jaya. Dengan keberadaan pasar ini dapat mempengaruhi pola kehidupan masyarakat di desa tersebut. Masyarakat didesa pasar Ipuh dan Medan Jaya masih menghormati adat (nilai-nilai budaya lama). Masyarakat desa Pasar Ipuh dan Medan Jaya mempunyai suatu budaya "Gotong Royong" Budaya gotong royong ini sampai sekarang maish dipertahankan dan berlaku untuk semua warga desa, baik penduudk asli maupun masyarakat pendatang.