DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI JAWA BARAT ( STUD

Pengarang: 

DRS. YUGO SARIYUN, MA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1994/1995

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

2.3(300-31

DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI JAWA BARAT( STUDI KASUS MASYARAKAT DESA PANGALENGAN DI KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG)

Barang-barang yang diperjualbelikan, terutama di Pasar Pangalengan sebagai objek penelitian penulis, merupakan barang-barang sandang, pangan, dan benda-benda lain yang menjadi kebutuhan masyarakat, yaitu barang-barang yang tidak besar, mudah diangkut dan disimpan, serta persediannya dapat di tambah dan dikurangi dengan lambat laun dan sedikit demi sedikit. Hal yang menarik perhatian di Pasar Pangalengan adalah adanya bentuk transaksi sayur-mayur. Pangalengan merupakan penghasil sayur-mayur yang cukup besar dalam partai besar tanpa adanya barang yang ditawarkan di tempat itu. Berkembangnya pasar Pangalengan ini telah menimbulkan dampak terjadinya perubahan di berbagai bidang kehidupan masyarakat sekitar, terutama di bidang ekonomi dan sosial budaya. Perubahan itu meliputi semua aspek ekonomi, baik produksi, distribusi, maupun sistem konsumsinya. Perubahan itu mengarah kepada kemajuan, sehingga secara bertahap, walaupun pelan tetapi pasti, terjadi arus modernisasi di berbagai bidang. Di Pangalengan juga terdapat koperasi, namun kebanyakan dari masyarakat petani kurang berminat ke sana dengan alasan memerlukan banyak waktu untuk mengurus segala sesuatunya. Jadi berbeda dengan membeli di toko Cina, yang di samping bisa mengutang, juga proses pembeliannya tidak berbelit-belit. Dengan adanya peningkatan di bidang ekonomi tersebut, masyarakat Pangalengan pun semakin banyak memerlukan barang-barang yang di produksi orang lain. Akibat meningkatnya kebutuhan produksi, maka meningkat pula kegiatan bekerja mereka. Pengetahuan dan keterampilan untuk berproduksi pun meningkat.