DAMPAK MODERNISASI TERHADAP HUBUNGAN KEKERABATAN DAERAH SUMATERA BARAT

Pengarang: 

DRS. AMIR B.

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1983/1984

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Barat
Rak: 

2.3(300-31

DAMPAK MODERNISASI TERHADAP HUBUNGAN KEKERABATAN DAERAH SUMATERA BARAT
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kedudukan suami dalam masyarakat Minangkabau sekarang ini sudah mengalami perubahan besar. Perubahan besar itu terjadi karena terjadi kontak kebudayaan dengan bermacam-macam kebudayaan suku bangsa yang ada di tanah air kita, serta kebudayaan asing yang masuk ke daerah tersebut. Perpindahan pentingnya peranan dari mamak kepada bapak sebagai akibat perkembangan masyarakat membawa pergeseran peranan suami dalam rumah tangga Minangkabau. Sejalan dengan perubahan diatas, terjadi pula perubahan dalam orientasi terhadap kerabat. Orang Minangkabau yang terkenal dengan sikap hidupnya yang komunal mulai bergeser ke arah yang individual. Sejalan dengan tuntutan emansipasi, maka kedudukan isteri dalam rumah tanggapun mulai berubah. Tidak dapat disangkal lagi kenyataannya bahwa dalam dekade 20 tahun terakhir ini telah terjadi perubahan besar dalam sistem kekerabatan orang minangkabau di Sumatera Barat. Adat istiadat mereka yang kokoh dan kuat ternyata tidak mampu bertahan terhadap perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat akibat kontak kebudayaan. Falsafah adat mereka yang mengatakan "adat yang tidak lekang dengan panas dan tidak lapuk dengan hujan", tidak dapat dipertahankan lagi terhadap perubahan. Orang Minangkabau mengganti dengan memakai falsafah yang baru yaitu : "sekali air besar, sekali tepian berubah". Adat harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, demi kelestariannya.