DAMPAK GLOBALISASI INFORMASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI JAWA BARAT (STUDI KASUS MASYARAKAT DESA CILAMPENI DI KECAMATAN KATAPANG , KABUPATEN BANDUNG)

Pengarang: 

SRI RAHAYU, ENGKUS KUSWARNO, ENI MARYANI, TOTO SUCIPTO, MASDUKI, BAMBANG M. WAHYU, HERRY WIRYONO, HERMANA, YUDI P. SATRIADI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1994/1995

Daerah/Wilayah: 
Jawa Barat
Rak: 

IDK - 303.4.48 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
63

Globalisasi informasi yang di terima masyarakat Desa Cilampeni tidak terlepas dari berkembangnya media dan sarana komunikasi. Media massa, khususnya media elektronik, mempercepat penyebaran informasi yang bersiat global ke seluruh daerah di desa tersebut. Terdapat banyak informasi global yang menyebar ke seluruh penjuru desa dan mempengaruhi tata nilai dan norma kebudayaan masyarakat desa tersebut. Akan tetapi seperti hakikat penyebaran informasi melalui media massa, maka penyebaran informasi yang terjadipada dasarnya adalah bersifat umum. Sebagai konsekuensinya, informasi tersebut memberi dampak pengetahuan yang global bagi masyarakat. Persepsi masyarakat desa terhadap suatu fenomena sebagai konsekuensi terpaan informasi global adalah bersifat menyeluruh dan relatif dangkal. pada sisi lain, seringkali masyarakat mengapresiasikan informasi baru dipengaruhi oleh informasi yang datang kemudian, sehingga terjadilah perubahan persepsi dan apresiasi yang cepat. Mempertahankan nilai-nilai kebudayaan asli dianggap sebagai keharusan oleh sebagian besar masyarakat Desa Cilampeni, akan tetapi sebagian di antaranya malah terbiasa dengan nilai kebudayaan asing yang datang. Bahkan kebudayan baru itulah yang lebih dikenal mayoritas masyarakat desa, terutama kaum muda, dan seringkali mereka merasakan itulah kebudayaan aslinya, misalnya masalah mode pakaian dan tatakrama. Pemanfaatan informasi global, terutama melalui media elektronik, dapat dibagi menjadi tiga kategori : pertama, pemanfaatan informasi sebagai sumber pengetahuan dalam memilih sesuatu, kedua pemanfaatan informasi sebagai sumber pengetahuan dalam memulai pekerjaan sesuatu yang baru, ketiga pemanfaatan informasi untuk menciptakan kebudayaan baru melalui proses akulturasi.