CUT NYAK MEUTIA

Pengarang: 

ZAKARIA AHMAD, MUHAMMAD IBRAHIM, NASRUDDIN SULAIMAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 

Tahun Terbit: 

1993

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

BSL - 920.72 (920-929)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
110

Cut Nyak Meutia dilahirkan di Keureutoe, Pirak, Aceh pada tahun 1870. Ia adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Aceh. Perjuangan melawan Belanda dimulai ketika Cut Meutia menikah dengan Teuku Cik Muhammad atau yang lebih dikenal dengan nama Teuku Chik Di Tunong. Ia sangat aktif bersama suaminya mengatur taktik dalam melakukan penyerangan terhadap Belanda. Dengan taktik yang dipergunakan, mereka dapat mengalahkan Belanda. Namun pada tanggal 25 Maret 1905, Teuku Chik Di Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe. Setelah wafatnya Teuku Cik Di Tunong, Cut Meutia menikah lagi dengan Pang Nanggro. Selama menikah dengan Pang Nanggro, Cut Meutia tetap melakukan perjuangan melawan Belanda. Pada bulan September 1910, Pang Nanggro wafat. Dengan kematian suaminya Cut Meutia tetap bangkit melakukan perlawanan bersama sisa-sisa pasukannya. Ia menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan. Pada tanggal 25 Oktober 1910, terjadi bentrok antara pasukan Mosselman dengan pasukan Cut Meutia yang menyebabkan gugurnya Cut Meutia.