CORAK DAN POLA KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DI DAERAH PERBATASAN Studi Kasus di Dusun Lae Ikan Desa Jontor, Kecamatan Simpang Kiri Kabupaten Aceh Singkil Propinsi Daerah Istimewa Aceh

Pengarang: 

SHABRI A, AGUS BUDI WIBOWO, IRINI DEWI WANTI, IRVAN SETIAWAN, TITIT LESTARI

Penerbit: 

BKSNT BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2002

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

KSB - 303.4 (300-309)

ISSN/ISBN: 

979-9164-14-1

Jumlah Halaman: 
65

Pola hubungan antargolongan suku bangsa yang terjadi di Dusun Lae Ikan khususnya dan Desa Jontor pada umumnya cenderung diwarnai oleh adanya kebudayaan dominan, yaitu Kebudayaan Batak Fak-fak. Walaupun demikian, namun kecenderungan pembauran mudah dan sudah dilaksanakan. Pola hubungan antargolongan suku bangsa yang terjadi di Dusun Lae Ikan pada dasarnya juga telah melahirkan stereotip dan prasangka antargolongan suku bangsa yang satu dengan yang lainnya. Namun demikian itu digunakan sebagai kerangka acuan dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun sumber konflik yang dianggap dapat berpotensi menimbulkan terjadi kerawanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat adalah permasalahan yang menyangkut kehidupan beragama. Ini disebabkan adanya dua pemeluk agama yang ada di perbatasan, yaitu Islam dan Kristen.